Monday, December 28, 2009

PESONA

Pada awal kulihat keindahan
Dalam balutan yang sempurna
Mataku tertuju padamu ..

Lantunan lagu yang kau dendangkan
Bergema diantara riuh tepukan
Suara berpadu gerak langkahmu
Menghentak berjuta tatapan

Bawalah simponi
Dalam setiap nafasmu
Kelak kau akan berkilau memukau hati
Bersama senandung yang kau tebar tanpa henti

HAPPY DAY’S

Segala senyum
Menghiasi setiap insan
Segala sayang
Menghiasi setiap senyum itu

Tawa mendera lepas
Segala gundah pun terlepas
Sosok sang penyair
Melangkah diantaranya

Dengan sebait puisi
Sosok itu tersenyum pula
Dan kata demi kata
Ia hempas di HARI BAHAGIA INI

Friday, December 4, 2009

PROFESI SUATU PEKERJAAN

Menjadi sekretaris yang baik :
1. Sopan
2. Tepat Waktu
3. Berpenampilan menarik
4. Pintar berkomunikasi
5. Berkepribadian baik

Menjadi Pengusaha yang baik :
1. Memiliki pengalaman yang luas
2. Mampu mengerti keinginan pelanggan
3. Mampu menangani semua keluhan
4. Memberi pelayanan yang baik
5. Bersikap sopan santun

Menjadi seorang guru yang baik :
1. Dapat memberikan solusi bagi murid-muridnya
2. Memiliki sikap professional
3. Tidak membeda-bedakan
4. Bersikap sewajarnya
5. Mempunyai tanggung jawab

Menjadi seorang dokter yang baik :
1. Menguasai ilmu kedokteran
2. Bisa memberikan pelayanan yang baik
3. Bersikap ramah pada pasien
4. Tepat waktu
5. Harus bersih(Steril)

Menjadi seorang pedagang yang baik :
1. Mempunyai banyak teman
2. Bersikap ramah
3. Mempunyai wawasan yang luas
4. Bersikap sopan
5. Adanya tanggung jawab

Menjadi seorang pramugari yang baik :
1. Berpenampilan menarik
2. Bersikap sopan dan ramah
3. Mampu menguasai beberapa bahasa
4. Cukup mempunyai wawasan yang luas
5. Memberi pelayanan yang baik

Menjadi seorang recepsionis yang baik :
1. Berpenampilan yang baik
2. Bersikap sopan dan ramah
3. Menguasai beberapa bahasa
4. Lancar berkomunikasi
5. Memberikan pelayanan yang baik

Menjadi seorang karyawan yang baik :
1. Mempunyai sopan santun
2. Berpenampilan rapih
3. Tepat waktu
4. Bertanggung jawab
5. Pintar berkomunikasi

Menjadi seorang Artis / Aktor yang baik :
1. Mempunyai rasa tanggung jawab
2. Tepat waktu
3. Ramah(Sopan)
4. Memberikan yang terbaik untuk penonton (Pelanggan)
5. Berpenampilan menarik

Menjadi seorang sutradara yang baik ;
1. Pintar membuat naskah
2. Tegas
3. Disiplin waktu
4. Pandai bergaul
5. Sabar

GARA-GARA CURHAT

Bel pulang sekolah sudah berdering dari tadi, sekolah pun mulai lenggang. Terlihat Nia dan Ichel berjalan beriringan ke luar kelas.
“Lw mau kemana sekarang,Chel?” Tanya Nia. “Nyariin Dony,” jawab Ichel sambil duduk di atas kursi kantin dekat gerbang. Mata Ichel mencari-cari Dony. Tapi, hanya beberapa anak OSIS dan basket saja yang terlihat, sementara Dony tidak terlihat batang hidungnya.
“Mau curhat lagi? Lw tuh aneh banget sih..masa curhat tentang gebetan lw sama orangnya sendiri,”kata Nia
“ Kan, gw sekalian tau dia orangnya gimana, “ kilah Ichel.
“ klo misalnya dia suka sama lw, teruz dia kira lw udah punya gebetan, gimana?” Kata Nia.
“ Liat nanti aja” jawab Ichel nggak peduli.
“ Ichel!!!” panggil Dony. Dony lalu, menghampiri Ichel dan Nia. “Lw tadi mau ngomong, kan?” Ichel mengangguk.
“ Duduk disini saja y..?” Ichel menunjuk ke sebuah bangku kantin.
“ Gw balik duluan deh, Chel,?” kata NIa akhirnya.
“ Ya udah sampe besok y..” kata Ichel. Nia tersenyum dan mengangguk, lalu meninggalkan Ichel dan Dony.


Esoknya, Ichel segera menemui Nia begitu sampai di sekolah. Nia sedang membereskan Tasnya di kelas.
“ Nia, gw yakin banget deh,” kata Ichel. Ia duduk di kursi sebelah Nia.
“ Yakin apaan ?” Tanya Nia tidak mengerti.
“Ya, yakin,” kata Ichel.
“lw hari ini ngomong ga jelas banget sih..” kata Nia akhirnya.
“ gw yakin klo gw suka sama orang yang tepat,” Ichel mengulang kalimatnya.
“ maksudnya?” Nia tambah bingung. Ichel menjadi jengkel.
“ Ya pokoknya, dia perhatian banget sama gw. Gw ngomong didengerin , gw mau ini boleh, gw mau itu terserah,”Ichel menjelaskannya sekali lagi. “ nggak kaya lw. Gw cerita, lw bilang bosen.”
Nia tertawa. “tapi bener kan, lw cerita sama teruz tiap hari. Gimana gw nggak bosen,” kilahnya.
“ udah ah…nggak usah di bahaz,” kata Ichel.” Sekarang gimana donx?”
“ Gimana apanya?” Tanya Nia.
“ Klo gw ngaku ke dia, sebenernya gebetan gw itu, dia,” jawab Ichel.
“Gw nggak tau deh klo itu, gw belum pernah sih..” Kata Nia.
“ kasih saran donx. Lw kan banyak baca buku, masa nggak ada satu pun ceritanya kaya gw,” bujuk Ichel.
“ Lw tuh malah ngasih inspirasi gw supaya nulis cerita, tinggal endingnya aja yang belum,” jawab Nia santai. Ichel jadi jengkel lagi sama Nia.
“ Lw kok kayanya hobi banget sih..bikin gw BETE hari ini,” kata Ichel. Nia tertawa.
“ Siapa juga yang bikin Lw BETE. Gw kan ngomong beneran dari tadi. Saran gw y..Chel, lw harus cepet-cepet nyelesein episode suka sama Dony. Biar gw bisa bikin cerita tentang Lw,” canda Nia.
“ Ah, Nia!!” Ichel makin sebel.
“ Ichel” tiba-tiba suara Dony memanggil. Kepalanya tersembul dari balik pintu kelas Ichel. “ Lw lagi ngapain ?”
“ Ah nggak kok,” Ichel menghentikan langkahnya yang hendak mengejar Nia.
“ Nanti, pas istirahat, gw mau ngomong sama lw y..” kata Dony .
“ Iya..Nanti gw tungguin deh..”
“ Gw ke kelas dulu y!!” Dony langsung menghilang. Ichel terduduk.
“ Kenapa, Chel??” Nia mendekati sahabatnya.
“ Kira-kira Dony mau ngomong apa y sama gw ??”
“ Dia mau bilang klo dia bosen dicurhatin sama Lw. Udah topiknya sama, nggak dikasih tau lagi, siapa yang lw maksud,” jawab Nia asal.
“ Klo gitu, nanti gw ngaku aja deh..” kata Ichel memutuskan.
“ Ngaku??” Tanya Nia.
“ Iya. Udah ah, nggak usah diomongin. Kita ke bawah yuuk..” ajak Ichel.


Saat istirahat. Nia duduk sendirian menunggu Ichel di kantin. Tak lama kemudian, Ichel datang menghampirinya.
“ Kusut amet muka lw, bukannya abiz ngomong sama gebetan Lw??” Nia menangkap heran wajah Ichel.
“ gimana nggak kusut, si Dony ternyata udah jadian sama Nita,” Jawab Ichel. Ia memesan segelas es jeruk.
“ Jadian??”
“ Iya. Dia bilang gni tadi. Chel, gw mau bilang, tapi lw jangan marah. Terus gw Tanya, apaan??Terus dia jawab, sebenernya dulu tuh, dia ada hati sama gw, tapi, gara-gara curhat soal gebetan gw ke dia, jadi dia kira, gw udah punya gebetan. Terus dia di tembak Nita, daripada nunggu gw yang dia kira sebelah tangan, dia terima deh,” jelas Ichel panjang lebar.
“ Tuh, kan, waktu itu juga gw udah bilang, Dony bisa aja ada hati sam lw,” jawab Nia prihatin.
“ Gw nggak lagi-lagi deh, curhat sam gebetan dw sendiri,” sesal Ichel.
“ tapi biar gitu, ada hikmahnya kok, Chel,” sambung Nia.
“ Apaan??”
“ Gw bisa nyelesein cerita gw. Kan gw udah tau endingnya,” jawab Nia sambil tertawa.
“ NIA!!!!!!!!!!!!!!!!!”

DESA_KOTA

Salah satu masalah pembangunan terutama bagi negara sedang berkembang adalah
polarisasi desa-kota.Peranan perkotaan atas perdesaan dipertanyakan, apakah sebagai pendorong pertumbuhan ataukah lebih bersifat sebagai parasit. Disamping akibat berbagai keterbatasan kapasitas sumberdaya pada dasarnya kemiskinan dan keterbelakangan kawasan pedesaan bukanlah semata-mata terisolasinya kawasan desa ke kota melainkan juga akibat bentuk dan sistem keterkaitan desa dengan kota yang cenderung mengarah pada hubungan eksploitatif.

Desa-desa yang memiliki kedekatan dan keterkaitan yang tinggi dengan perkotaan
tidak otomatis diiringi peningkatan aksesibilitas masyarakat desa ke sumberdaya ekonomi perkotaan. Sebaliknya adalah meningkatnya potensi masyarakat perkotaan dalam memanfaatkan dan mengeksploitasi sumberdaya perdesaan. Sumber daya eksploitasi. Perdesaan juga terjebak pada spesialisasi satu komoditas pertanian sumber daya. Masalah buruknya sistem keterkaitan perkotaan dan perdesaan sebenarnya bukan lah masalah yang berskala lokal atau nasional saja tetapi memiliki perspektif global.
Dengan demikian permasalahan keterkaitan kota dan desa tidak terlepas dari struktur ekonomi global yang cenderung mempertahankan kemiskinan dan keterbelakangan di pedesaan.

Masalah polarisasi desa-kota tidak selalu dipandang secara pesimistik, karena terdapat pula pandangan yang menyatakan bahwa adanya efek dari urbanisasi hanya akan
berlangsung singkat dan terjadi pada tahap awal pembangunan saja. Karena semakin matangnya sistem perencanaan pembangunan antarwilayah, kebijakan pembangunan akan semakin diarahkan pada upaya menurunkan polarisasi pembangunan sebagaimana terjadi di Asia Timur. Tetapi ini tidak terjadi secara mulus di sebagian besar negara berkembang. Berbagai bukti memperjelas, pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
berkembang dengan adanya peningkatan GNP dan GNP per kapita tidak selalu diikuti suatu kematangan yang menurunkan kesenjangan.

Migrasi horizontal dalam bentuk mobilisasi sumberdaya adalah bentuk respon dari
masyarakat karena adanya ekspektasi yang akan meningkatkan kesejahteraan para urban dan kota sangat aktrktif akibat konsentrasi pertumbuhan yang secara spasial hanya terbatas di kota-kota metropolitan utama saja sehingga menyebabkan kapasitas kota dalam menampung dan menyediakan lapangan kerja. Fasilitas dan berbagai bentuk pelayanan menjadi terbatas, terjadi over-urbanization yakni laju proses urbanisasi melebihi kapasitas kota penampungnya. Munculah penyakit urbanisasi (kongesti, pencemaran hebat, pemukiman kumuh, malnutrisi dan kriminalitas). Ini akan menurunkan produktivitas masyarakat perkotaan dan akhirnya kota dan desa terjebak dalam hubungan yang saling memperlemah, bukannya hubungan yang saling memperkuat.

Friday, November 20, 2009

PENYALAHGUNAAN ANAK-ANAK DIBAWAH UMUR

Di jaman globalisasi saat ini sangatlah sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita. Kehidupan saat ini semakin lama semakin terpuruk apalagi dalam permasalahan perekonomian, yang terkena dampak dari keterpurukan pereknomian Negara adalah rakyat. Rakyat yang miskin akan menjadi semakin miskin, hal itu yang menyebabkan rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan memanfaatkan atau menyalahgunakan anak-anak untuk dijadikan penghasilan.

Akibatnya, banyak sekali pengangguran dimana-mana. Oleh karena itu, sering kali anak-anak dibawah umur dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Misalnya saja, mereka dijadikan sebagai pengamen dijalan atau pengemis jalanan, penjual Koran, penjual makanan atau minuman, bahkan demi mendapatkan uang atau untuk memenuhi kebutuhan keluarga orangtua yang tidak berpendidikan rela menjual anaknya demi kebutuhan mereka. Mereka tidak pernah berpikir tentang pendidikan ataupun kesehatan anak tersebut. Orangtua yang seperti ini biasanya kehidupan keluarganya sangat terpuruk atau dibawah garis kemiskinan. Selain itu mereka juga tidak memiliki pendidikaan yang menunjang sehingga yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan.

Pada suatu ketika, saya melihat anak-anak dibawah umur berkumpul dan bersama beberapa orang yang lebih tua dari mereka dapat dikatakan mereka adalah preman. Terlihat anak-anak tersebut ketakutan, mereka hanya terdiam menatap preman-preman tersebut. Berdasarkan apa yang saya ketahui melalui media cetak atau media elektronik, jika mereka tidak mendapatkan uang sedikitpun pada jangka waktu satu hari. Mereka tidak akan mendapat makan bahkan ada yang melakukan kekerasa pada anak-anak tersebut. Disini dapat kita lihat, bagaimana tanggung jawab orangtua terhadap anak yang adalah titipan dari Tuhan. Orangtua ada yang rela menjual anaknya sendiri kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Semua hal itu dapat terjadi dikarenakan krisis ekonomi yang terus berkepanjangan, yang membuat seseorang ataupun orangtua melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saya sangat sedih melihat keadaan seperti ini, seorang anak tidak mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak. Mereka hanya bisa melakukan apa yang dikatakan oleh orangtuanya. kita haruslah bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini, nasip kita jauh lebih beruntung dari pada mereka yang diluar sana.

Dengan adanya hal tersebut seharusnya pemerintah lebih memperhatikan nasib anak-anak dibawah umur, karena mereka adalah generasi penerus bangsa dan pemerintah juga harus menggalangkan pendidikan bagi orang-orang yang tidak mampu diseluruh Indonesia serta membuka lapangan kerja baru bagi mereka yang membutuhkan agar kasus yang lama tidak terulang kembali.

Thursday, November 5, 2009

INDONESIAKU

Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan Undang-undang 1945. Negara yang mementingkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Tetapi mengapa pertambahan pengangguran dan kemiskinan semakin melonjak ? Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran makin berat dilakukan tahun ini.
Pengangguran memang akibat dari kemiskinan. Pertambahan pengangguran dan kemiskinan lebih mudah terjadi ketimbang dicegah apalagi diturunkan jumlahnya. Dari tahun ke tahun pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat. Pribadi seseorang tidak dapat berdiri sendiri begitu pula dengan sebuah Negara. Krisis ekonomi global tidak bisa dicegah apalagi dikendalikan hanya oleh satu Negara saja. Karena itu pasti akan berdampak pada kesehatan perekonomian Negara. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, karena harus didukung oleh peningkatan investasi yang dipengaruhi oleh suasana yang baik berupa kemudahan-kemudahan dalam peraturan dan adanya kepastian hukum.
Penganggur itu akan menimbulkan berbagai kriminal. Selain itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Masalah pengangguran selalu menjadi masalah setiap negara. apalagi negara berkembang seperti indonesia. yang jelas jumlah penduduk banyak, daya beli berkurang, lapangan pekerjaan sedikit. jadi tidak seimbang antara jumlah penduduk dan jumlah lapangan pekerjaan. Dan mengakibatkan banyak pengangguran. Maka dari itu jika kita dapat menciptakan sendiri lapangan pekerjaan dengan demikian secara tidak langsung kita telah membantu pemerintah. Jika banyaknya penganguran maka kemiskinan akan terus berjalan dan biasanya orang-orang yang bekerja adalah kepala keluarga yang harus menghidupi keluarga. Dan jika kepala keluarga menjadi pengangguran atau tidak berpenghasilan jalur pendidikan juga akan terhambat. Keluarga yang mempunyai anak-anak sulit untuk menyekolai anak-anaknya karena faktor ekonomi. Untuk makan saja mereka susah apalagi untuk biaya sekolah. Masyarakat akan semakin lelah kalau masalah pengangguran dan kemiskinan terabaikan. Secara ekonomi, daya beli mereka akan melemah dalam memenuhi kebutuhan hidup layak minimumnya. Sementara secara psikologis mereka akan menderita mental yang tidak mudah terobati.
Karena itu pemerintah perlu menanggulaginya dengan cara memperluas lapangan kerja dan lainnya sekaligus mencari sumber-sumber ekonomi lainnya agar Negara Indonesia tidak terpuruk akan masalah ekonomi. Mungkin dengan salah satu cara tersebut, Negara Indonesia akan semakin berkembang dan kemiskinan tidak begitu banyak.