Thursday, October 22, 2009

Let's 2 Read

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
Individu pasti saling hidup bersosialisasi dengan individu lainnya, Bila memperhatikan sifat manusia yang memiliki keterbatasan sampai tingkat tertentu, maka tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi sendiri. Oleh karena itu, untuk menanggulangi kelemahan dan kekuranganmampuannya, seorang individu akan menggabungkan diri dengan individu lain. Proses pembentukan ini akan mengikutsertakan berbagai hal yang biasanya mengarah kepada adanya sifat atau perilaku yang sama dan kesamaan lain diantara individu-individu tersebut. Individu menyadari tidak dapat menyelesaikan atau mencapai tujuannya sendiri tanpa bantuan dari individu lain.
Keluarga adalah kelompok kecil yang terbentuk atas ikatan suami-istri atau darah dan saling berinteraksi. Mereka bersama dalam satuan bernama keluarga dan memiliki pengalaman serta budaya yang sama. Sebab itu, keluarga memiliki kecenderungan dan tujuan yang hampir sama pula. Selain itu, mereka juga menjalin kasih sayang dan rasa cinta yang sangat spesial antara satu sama lain. Keluarga merupakan elemen terkecil dalam sebuah masyarakat. Keluarga merupakan elemen penting pertama terbentuknya masyarakat. Keluarga bertanggung jawab membangun karakter anak dan remaja. Oleh sebab itu, status sosial dan ekonomi keluarga dalam masyarakat akan sangat berpengaruh pada kebiasaan dan pola berpikir anak. Artinya, seorang anak dapat menikmati kehidupan yang baik untuk berinteraksi dalam masyarakat dan keluarga. Banyak orang menyebutkan bahwa masyarakat yang sehat terdiri atas keluarga yang sehat pula
Keluarga merupakan sumber kebaikan dan berkah bagi masyarakat. Kekeluargaan dapat terjalin dengan adanya interaksi yang baik antara seluruh anggotanya keluarga. Dalam sebuah keluarga yang memiliki hubungan harmonis, keceriaan , dan diwarnai dengan nuansa keakraban, kepedulian, dan saling membantu, akan terbuka peluang bagi anggota keluarga dalam meraih untuk kesuksesan. Tapi sebaliknya, dalam keluarga yang tidak harmonis dan selalu diwarnai dengan pertengkaran, karakter dan kehidupan anak akan menjadi korban ketidakharmonisan tersebut. Ketika hubungan kekeluargaan rusak, menandakan bahwa keluarga tengah dalam bahaya kehancuran dan akan sangat berdampak buruk pada psikologi setiap anggotanya, khususnya anak. Dari beberapa fakta membuktikan bahwa keharmonisan hubungan keluarga dapat menjadi benteng yang kokoh bagi setiap anggotanya dalam menghadapi berbagai masalah yang datang secara tak terduga. Keharmonisan sarana pendukung bagi para anggota keluarga dalam menyelesaikan masalah mereka dengan cara yang sebaik-baiknya. Tapi sangat disayangkan, banyak kita lihat orang yang ingin membangun keluarga tanpa mengetahui tugas dan tanggung jawab mereka dalam keluarga.
Masyarakat dapat terbentuk dengan adanya sekelompok manusia yang mendiami suatu wilayah atau daerah tertentu. Beberapa individu dapat membentuk suatu keluarga atau kelompok yang dapat membentuk pula suatu masyarakat. Keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat. Dalam hidup bermasyarakat dibutuhkan tenggangrasa, sikap saling menghargai dan menghormati serta harus pula menjunjung tinggi asas kekeluargaan. Bertoleransi juga sangat dibutuhkan untuk menguatkan masyarakat suatu wilayah, begitu pula dalam individu dan keluarga.

No comments: