Sunday, January 8, 2012

Diagram Use Case dan Activity Diagram


Diagram Use Case

Use Case Diagram menggambarkan sebuah fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem dan bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar. Yang ditekankan dalam Use Case Diagram adalah ”apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana” sistem itu melakukannya.

Sebuah Use Case mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem. Use Case Diagram juga menjelaskan manfaat sistem jika dilihat menurut pandangan orang yang berada diluar sistem (actor). Use Case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng - create sebuah daftar daftar belanja dan sebagainya.

           
Pertama yang kita lakukan membuka DIA, setelah masuk ke dalam program DIA pada menu pilih UML. Maka akan tampil notasi” yang ada untuk diagram use case maupun activity. Karena disini kita menggunakan diagram use case untuk pengecekan stok barang, maka kita akan menggunakan aktor, use case, text, line yang terdapat disamping kiri jendela program seperti gmbar diatas yang terdiri dari bermacam-macam jenis yang dapat kita gunakan. 

Disini kita membutuhkan 3 Actor sebagai calon pemesan dan suplier. Selanjutnya mengklik tool Actor kemudian drop. Setelah mengklik tool tersebut ganti nama aktor dengan nama ‘calon pemesan’. Dan untuk aktor ‘suplier’ sama dengan langkah sebelumnya. Selanjutnya akan membuat use case atau activity ‘pengecekan stok barang. Untuk membuatnya, klik tool Use case kemudian isi nama use case dengan activity yang dilakukan seperti cek stok barang, order barang, cek kondisi dan kuantitas barang, pembayaran serta terima kuitansi. Setelah membuat beberapa use case, kita hubungkan use case dengan aktor dengan menggunakan Message. Dan juga Constraint, place a constraint on something untuk menggambarkan bahwa suatu use case seluruhnya merupakan fungsi dari use case yang lainnya.

Maksud dari diagram use case pengecekan stok barang, pertama calon pemesan akan meminta barang pesanan dan akan di cek stok dari barang tersebut. Lalu calon pemesan akan melakukan order barang setelah barang diterima oleh pemesan makan pemesan akan mengecek kondisi dan kuantitas barang. Untuk <> berfungsi sebagai timbal balik dimana jika kondisi dan kuantitas baik maka akan dilakukan pembayaran oleh pemesan kepada suplier dan suplier akan memberkan kuitansi kepada pemesan barang disini mengapa kita menggunakan include jadi dapat dikatakana timbal balik apa yang kita berikan memiliki bukti yang harus kita miliki. Selanjutnya, pemesan akan melakukan pembayaran kepada suplier dan suplier akan memberikan tanda bukti pembayaran berupa kuitansi barang. 

Berikut ini hasil use case diagram pengecekan stok barang.



Diagram Activity

Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.

Pertama yang kita lakukan membuka DIA, setelah masuk ke dalam program DIA pada menu pilih UML. Maka akan tampil notasi” yang ada untuk diagram use case maupun activity. Karena disini kita menggunakan activity daigram untuk pengecekan stok barang, maka kita akan menggunakan Message, Text, Use case , Initial/start and end state, Branch,  Fork/union, Transition yang terdapat disamping kiri jendela program seperti gmbar diatas yang terdiri dari bermacam-macam jenis yang dapat kita gunakan. Dalam diagram activity ini, pada bagian aktifitas dari pemesan terdiri dari beberapa actifity diantaranya, cek stok barang, order barang, pembayarn, cash, credit, validasi credit, ambil barang dan terima kuitansi. Terdapat 2 cabang dalam diagram activity ini diantaranya cek stok barang, barang ada atau tidak ada atau barang kosong sehingga barang di cek stok lagi atau diorder dahulu dan barang cacat atau tidak ataupun barang pesanan terpenuhi atau tidak.

Maksud dari diagram activity pengecekan stok barang, pertama start awal sebagai calon pemesan akan memesan barang pada pecabangan pertama tetapi sebelumnya barang akan di cek stoknya kosong atau tidak. Jika barang kosong maka akan masuk ke percabangan jika barang masih tidak ada maka akan terus mengecek stok barang jika barang tersedia(Ya) maka barang akan di order. Tetapi jika barang yang diinginkan kosong maka akan diorder terlebih dahulu agar tersedia. Jika barang sudah tersedia pada pecabangan kedua maka pemesan akan mengecek kondisi dan kuantitas barang. Jika barang yang diorder kurang memenuhi permintaan atau cacat maka barang akan di order ulang tetapi jika barang tidak cacat dan cukup sesuai permintaan maka pemesan akan melakukan pembayaran. Pembayaran dilakukan dengan metode fork yaitu berupa pembayaran pilihan cash atau credit. Jika pembayaran yang dilakukan credit maka akan dilakukan validasi kredit. Dan jika pembayaran telah dilakukan maka pembayaran maka barang akan diterima oleh pemesan atau akan diambil pemesan dan kedua cara dari pembayaran ini akan menerima kuitansi sebagai tanda bukti pembayaran.

Berikut ini hasil diagram activity pengecekan stok barang.

No comments: