Friday, April 23, 2010

ADAKAH JALAN KELUAR UNTUK KORUPSI ?

INDONESIA adalah Negara yang kaya akan segala sesuatu dimulai dari perdagangan, pertanian, pertambangan, perindustrian dan lain-lainnya dimiliki oleh Indonesia. Tetapi mengapa segala sesuatu itu bukan dibudayakan dan dilestarikan dengan baik atau hal positif tetapi lebih disalahgunakan untuk hal yang negatif seperti perkara korupsi, kolusi dan nepotisme serta lainnya. Sebenarnya, apakah yang para koruptor cari ? materi ? harta ? tahta ? ataukah hanya kepuasan semata ? apakah tidak pernah mereka berfikir dampak dari perilaku dan sikap mereka ?. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan suatu kebiasaan yang dibudayakan. Hingga saat ini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat Indonesia dalam hal korupsi antar negara sangat rendah. Ini juga ditunjukkan dari banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia. Korupsi merupakan permasalah mendesak yang harus diatasi, agar tercapai pertumbuhan atau perkembangan ekonomi yang sehat. Korupsi merupakan permasalahan global yang harus menjadi perhatinan semua pihak terutama Pemerintah.
Bulan demi bulan tahun demi tahun, korupsi semakin merajalela. Bagaimana jika suatu saat mereka mendapatkan kedudukan lebih tinggi? tentu akan meningkatnya kreativitas untuk korupsi karena tergiur dengan adanya kesempatan. Memang tidak dipungkiri seseorang melihat adanya kesempatan tentunya tidak ingin melewatkannya dan memang kejahatan ada karena adanya kesempatan dan terlebih lagi dalam permasalahan uang seseorang akan menjadi gelap mata. Uang yang merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan. Semua orang pasti memerlukan uang, tentunya! Tetapi haruslah juga kita berfikir apakah hal yang kita lakukan merugikan pihak-pihak lain ataukah bagaimana. Permasalahan korupsi, kolusi dan nepotisme banyak menimpa para pejabat, baik dari kalangan biasa maupun pejabat tinggi. Seharusnya para pejabat Negara menunjukkan bahwa mereka dapat dijadikan teladan bagi masyarakat luas tetapi malah sebaliknya. Korupsi bukan hanya sekedar masalah hukum tapi juga budaya, kebiasaan dan kesempatan, moral dan agama serta adakalanya korupsi disebabkan karena pemenuhan kebutuhan, maka tidak salah kalau orang mengatakan bahwa korupsi sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Memang sangat sulit memberantas korupsi sampai keakar-akarnya walaupun sudah banyak dibuat peraturan-peraturan, karena dalam realitasnya semakin banyak peraturan justru korupsi semakin meningkat. Dengan adanya peraturan hukum pun tidak dapat memberantas korupsi inilah yang sangat disayangkan hukum sering dijadikan satu-satunya cara dalam penanggulangan korupsi.
Semua hal itu, berbicara bagaimana pola tingkah laku, kebiasaan, spiritual, moralitas dan hal-hal lain yang mempengaruhi mental seseorang menjadi berbuat kejahatan. Mengapa bangsa ini dapat dibodohi dengan ketidak adilan, kecurangan dan kemunafikan yang terjadi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab ? Mungkin dikarenakan rakyat yang tidak sadar padahal semua adalah tipu daya. Adilkah, mesih banyak orang yang berkehidupan susah sedangkan yang lain bersenamg-senang ? memang tergantung dengan usaha dan kerja keras mereka tetapi kalau kerja keras dengan melalukan korupsi apakah adil ? mengatakan kata “berubah” memang sangat mudah tetapi untuk menjalankannya tidaklah mudah. Dibutuhkan kekuatan yang besar untuk memberantas korupsi. Mungkin saja pemerintah jenuh untuk menanggulangi permasalahan korupsi, itu tidak dapat terpungkiri. Tetapi pemerintah terus memfokuskan terhadap permasalahan ini. Rakyat berharap pemerintah semakin waspada terhadap para koruptor dan berharap koruptor tidak semakin bertambah melainkan harus berkurang. Kejahatan memang bukan hanya suatu keinginkan melainkan adanya kesempatan dan diharapkan pemerintah selalu waspada selalu. Terima kasih.

No comments: